Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Puncak segala rasa

Kemarin adalah puncak bagiku. Allah mengingatkanku lagi dengan segala kuasanya. Mematahkan hati ini dengan segala rasa. Kemarin aku mulai percaya kalo aku telah kehilangan satrio wirangku. Yaitu kamu. Ternyata ada wanita lain yang kau istimewakan yaa. Kenapa kau memberikanku perlakukan istimewa juga. Jika sedemikian itu adanya lantas aku ini dulu apa bagiku. Mengapa begitu memberikan ku harapan dari aku yang biasa saja sampai respek dan mulai menaruh cinta dihatimu.  Allah menyelesaikan semuanya dengan baik. Kalau boleh jujur story boomerang itu sungguh sangat menyakitiku.  Apakah aku menangis? Tidak Karena sudah terlalu lelah aku untuk menangisi semuanya dan tentangmu. Jaga dia baik-baik yaa. Maaf tidak bisa melengkapimu. Maaf sudah mengganggumu, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja. Dan bahagialah selalu bersamanya. Tentangku???? Tenang Tuhan sedang mempersiapkan cerita yang indah lagi untukku. Aku sayang kamu....

Berporoskan Tentangmu,

Hari ini kita masih berdebat dengan jagoan klub sepak bola kita. Cukup menyenangkan sekali. Tapi di titik lain aku selalu sadar. Aku tidak boleh berharap lebih lagi. Lebih akan mengingatkanku pada cinta yang selalu bertepuk sebelah tangan, pada cinta yang tak berbalas.  Hari ini ingin sekali aku ceritakan padamu tentang kamu matahari kala senjaku. Tentang malamku yang masih tak jauh dari pilu karenamu. Tentang kamu yang kupandangi dengan cahaya bulan yang semakin redup. Inginku ceritakan padamu tentang bagaimana hari-hariku yang mulai semu karenamu.  Sebagai gantinya akan ku beritahu sedikit tentangku.  Tentang pagiku yang sampai tadi masih terasa abu.  Tentang kamu yang dari tanggal ke tanggal jadi semakin tak ingin tinggal. Kau tahu sejak saat itu bahkan sampai sekarang, semua masih berputar dan berporoskan tentangmu. 

Butuh Jeda,

Baru kamu baca. Ah tidak apa-apa. Memang ini sepertinya butuh jeda untuk ruang, waktu, dan kesempatan. Baik-baik disana dan bahagia selalu yaa. Lagunya menarik juga. Namanya perempuan kadang naluri ingin di perhatikan itu muncul sesekali. Ingin sekali rasanya ditanyai kabar, ditelpon, dicari saat hilang. Tapi yaa gimana lah yaa. Kamu sendiri begini. Ingin sekali rasanya telpon duluan, kabari duluan, tapi takut aku kamu bilang agresif dalam hal ini. Aku takut kamu malah bertambah ilfeel kalau aku terlalu mengejar-ngejar. Padahal sebenernya aku ingin sekali. Tapi responmu yang tidak mendukung juga mengurungkan niatku itu. Kau tau hari ini cukup melelahkan sekali. Harus melewati hal-hal yang begitu menguras tenaga dan pikiran. Tapi itu lebih baik daripada aku harus berdiam terus sedih dan menangis memikirkan sampai kepala terasa pusing. Hehehe maaf kalau terlalu berlebihan tapi beginilah adanya. Rutinitas hari ini aku seperti biasa minggu pagi mengaji, terus lanjut ikut bimbingan kpps da...

Tak pernah berhenti,

Apa kabar mu? Ah tak henti-hentinya aku menanyakan itu dalam pikiranku. Akhirnya hari ini berada pada tahap akhir. Memang benar sayang mulai menyayanginya. Dan sangat takut sekali kehilangannya. Ingin membangun semua bersamanya. Tapi malam ini ku urungkan semua mimpi-mimpiku itu. Dan aku mulai menguburnya lagi satu persatu. Aku sedang dalam proses tahap mengikhlaskanmu. Benar-benar harus ikhlas. Berat??? Pasti sangat berat tapi saya akan mencoba pelan-pelan. Kamu harus sabar yaa. Maaf kalo aku masih menganggumu. Aku akan berusaha kok buat jadi gak pengganggumu lagi. Akan mencoba menahan semua rasa ini. Karena aku mulai menyadari sekeras apapun aku paksakan nyatanya tetap bukan aku kan. “ kalimat saturday itu entah maksudnya apa” yang penting kamu tetap baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja. Ah.. sudah a nangisnya. Kasihan air matamu ini. Gak tega liat. Berdoa terus yaa agar suatu saat bisa bertemu lagi dan bersatu, tapi kalo pada akhirnya tidak bisa maka semoga segera bertemu ...

Bagian dari doamu?

Sejak malam kemarin aku berbalas chat denganmu aku memutuskan untuk membacanya saja. Aku mencoba mengambil jeda dari semuanya. Aku tidak ingin menjadi beban dalam pikiranmu. Bilang kangen ke kamu bagiku itu sudah lebh dari cukup. Apalagi saat kamu bilang kangen gak harus ketemu kan berdoa juga bisa. Dalam hati aku berkata “apakah aku bagian dari doa itu?”  Ah sudah lah aku tidak akan mempermasalahkan itu lagi. Aku sedang mencoba melapangkan hati untuk itu semua. Karena aku ingin sembuh dati penyakit mental yang aku rasa ini mulai sangat menganggu hidupku sekali.  Ini tadi aku chat kamu lagi. Balasan kamu kayak gitu jadi ku urungkan niatku untuk bercandain kamu. Jagoanku menang. Tapi tidak ada ucapan apapun darimu. Bahkan chat terakhirku aja hanya kamu baca. Tapi tidak apa-apa. Lagi-lagi aku akan coba terima itu semua. Kadang ingin rasanya aku menghilang dan ingin sekali kamu cari lagi seperti dulu. Tapi entahlah. Aku akan jalani ini pelan-pelan. Dan berdoa karena hanya...

Kangen. Boleh?

Hari ini aku memutuskan untuk ke psikiater. Karena sejak kemarin aku mengalami kejadian aneh. Kecemasan. Kesakitan. Kerinduan. Aku berangkat diantarkan sahabatku. Dia begitu rela aku repotkan hari ini. Padahal dia juga lagi gak enak badan. Sampai disana setelah diagnosa gejala mungkin ini bukan rejekiku yaa. Psikiaternya gak ada. Sehingga tadi hanya mengisi instrumen saja dan diminta untuk balik lagi kamis depan. Pas perjalanan pulang kita bercerita bersama. Nadya memang salah satu dari sahabat yang punya quote mak jleb dan dijamin pengunggah semangat sekali. Dia bercerita tentang kisah percintaannya sembari memberikan treatmen kepadaku untuk selalu kuat. Cobaan hidup masih akan terus ada. Tapi bagaimana kita menyikapinya saja. Susah memang tapi harus berusaha terus. Must be strong. Katanya hari ini. Kita pulang dan aku mengantarkan dia sampai rumah dan berbicang sebentar dengan nadya dan keluarganya. 

Puncak Pilu Membiru

Hari ini aku berada dalam puncaknya. Entah aku harus bagaimana lagi. Mata ini sudah tidak mampu membendung air yang perlahan ingin jatuh. Siang tadi, tatlaka hujan, deruan suara tangis begitu tersamar bersama derasnya air hujan. Cukup bersyukur dengan itu semua. Setidaknya dengan begitu tidak ada yang tahu kalau aku menangis. Piluh rasanya. Tadi aku ngajar di tempat biasa. Dan kai tau saat aku gak bisa mengerjakan soal yang dikerjakan muridmu, aku ingat kamu. Ya Tuhan hal sekecil ini saja aku mampu mengingatmu. Aku ingat pas aky minta bantuan untuk mengerjakan soal buat muridku.  Tepat saat pulang tadi. Disepanjang perjalanan aku menangis kejer. Tak hentinya aku beristigfar. Sembari berbicara dengan diriku sendiri. Aku memang sering sekali punya kebiasaan seperti itu dari dulu. Entah kenapa saat diperjalanan itu seolah-olah mengingatkan aku untuk pulang. Karena aku merasa kamu adalah rumah. Rasanya perlu sekali untuk kita bertemu. Tapi apakah kamu mau? Berharap bukan pertemua...

Apa kabarmu?

Hai apa kabar? Hari ini aku menjalani hariku seperti biasa. Tapi aku merasa melayang-layang terkadang. Dan ini tadi aku mengomentari statusmu lagi tentang persibaya. Maaf kan aku yang masih mengusik hidupmu. Aku hanya ingin tau kabarmu seperti biasa. Dan kenarin pas aku memberimu semangat kamu baru membalas chatku malam sekali. Senang sekali rasanya, walaupun gak berlanjut sih karena hanya ucapan terima kasih saja. Dan aku membalas dengan ucapan terimakasihmu terus sudah dan berakhir dengan kau baca saja. Entah untuk yang ini nanti seperti apa. Aku tidak berharap lebih banyak. Karena cukup melelahkan otak ku sekali ini. Tapi aku kesulitan lepas dari semua ini. Apakah aku benar-benar telah menyayangimu. Padahal kemarin sudah dikasih semangat  dan motivasi sama gitasavitri tapi masih saja aku kadang mengingatmu. Kenapa aku seperti ini. :(

Semangat, kamu.

Hari ini aku makan ikan yang banyak durinya lagi. Dan aku ingat kamu. Gara-gara kamu pernah cerita ke aku kalau tidak suka makan ikan yang banyak durinya. Maaf masih belum bisa lepas darimu. Dan tadi kamu bikin status. Aku coba komen balas statusmu dan memberi kata semangat tapi gak kamu balas. Baiklah tidak apa-apa. Harusnya aku tidak mengharapkan balasan pesan itu darimu yaa. 

Senja Baruku

Lama sejak tidak saling berkabar. Kita saling berdiam merenungi jalan pikiran. Dalam hati berkata ingin rasanya chat duluan menyapa dia menanyakan kabar. Tapi bibir ini terlalu keluh. Jemari tangan ini membeku. Yang hanya bisa ku lakukan adalah melihat kembali chat terakhir kita. Dan saat terlihat kamu online rasanya ingin sent. Padahal last seen masing-masing saling off. Tapi entah senang aja melihat dia online. Yaa walaupun tidak ada notifikasi masuk darinya. 

Satrio Wirang Yang Hilang

Gambar
Ada yang masih ingat ini. Aku menulis cerita satrio wirang di akun instagramku saat aku mengikuti program 30 hari bercerita. Iyaa kala itu aku mencoba mengabadikan satu sosok baru dalam hidupku. Dan foto yang aku ambil di cerita satrio wirang adalah hari pertama kali aku bertemu dengannya.  

Semua tentang Restu

Hari ini dengan segenap jiwa dan kepasrahan aku bercakap dengan ibuku dan meminta restu pasca tiada kabar OJT kerja. Karena sejak sebulan lalu sama sekali aku tak mendapatkan restu dari beliau. Berkali-kali coba meyakinkan beliau agar aku bisa melamar kerja di salah satu tempat yayasan yang sama dengan kampusku. Tapi tetap saja berkata tidak. “Bu aku boleh daftar ngajar di SD M* ?” “Gak mbak” jawabnya tegas “Kalo aku gak kerja-kerja gak ada pemasukan bu buat bulan ini (maret).” “Kamu gak percaya sama rejekinya Allah mbak?” “Allah itu selalu ngasih rejeki ke hambanya sama tapi mungkin dengan caranya aja yang berbeda” Seketika itu langsung runtuh pertahananku jebol sudah bendungan air mata ini” “Sabar mbak nunggu kabar yang di SDN aja sambil cari sambian kerja lain.” Aku pun hanya menjawab dengan senyuman dan langsung bergegas ke kamar. Tapi berbeda dengan keadaan hari ini.  Tiba-tiba ibu menanyakan keadaanku yang sejak awal bulan ini sering merenung gak jelas se...