Satrio Wirang Yang Hilang

Ada yang masih ingat ini. Aku menulis cerita satrio wirang di akun instagramku saat aku mengikuti program 30 hari bercerita. Iyaa kala itu aku mencoba mengabadikan satu sosok baru dalam hidupku. Dan foto yang aku ambil di cerita satrio wirang adalah hari pertama kali aku bertemu dengannya. 

Minggu ke 3 desember dia menyapaku melalui dm akun instagram meminta folback. Aku pun membalasnya dan memfollow instagramnya. Sejak itulah percakapan itu dimulai. Kita berbincang-bincang banyak hal melalui dm instagram. Tak biasanya aku seperti ini. Padahal kalau ada orang asing aku selalu menutup diri untuk tidak mengenalnya lebih jauh terutama jika dia laki-laki. Entah mungkin aku yang terlalu takut. Dan sepertinya perbincangan kita kali ini terlalu jauh. Aku pun memberikan nomer WA ku karena saat itu kita merencanakan untuk bertemu. Agar lebih mudah dia menghubungiku akupun dengan suka rela memberikannya no WA ku. Perbincangan kita pun berlanjut di WA.


Januari, Akhirnya kita pun bertemu. Kita bertemu di salah satu coffee shop. Dia datang lebih dulu di coffee shop tersebut dan menungguku di tempat parkir motor. Awal terasa canggung sekali karena ini adalah kali keduaku mau bertemu dengan laki-laki. Aku memang gak gampang menerima ajakan laki-laki tapi entah kali ini beda sekali aku hanya ingin mengikuti kata hati. Kita masuk bersama-sama di coffee shop tersebut dan memesan beberapa makanan dan minuman. Kita berbincang ringan mengenai kesukaan dan kesibukan masing-masing. Hehehe dominasi cerita ada padanya. Aku hanya mendengarkannya sembari menatapnya dan terkadang ikut mengomentari ceritanya deng lelucon. Kita pun tertawa bersama. Tiap kali dia bercerita aku selalu memperhatikannya dan aku rasa dia salah tingkah sendiri dan menutupi  mulutnya dengan kedua tangannya ketika berbicara. Mungkin mata lebar judesku ini terlalu memelototinya kali yaa, sehingga dia tidak nyaman. Cukup lama sekali kita berbincang sampai malam mulai menyapa. Aku berterima kasih kepadanya karena sudah mengajakku nongkrong di coffee shop ini. 
Yang aku salut darinya dan membuat dia berbeda dengan laki-laki lain adalah dia selalu mau menerima saran dariku. Karena biasanya beberapa laki yang pernah mengajakku keluar mereka selalu saja yang mengaturku. Tapi kali ini beda dia memberikan kebebasan padaku untuk memilih. Dan sempat waktu mau berangkat dan pulang dari pertemuan itu dia menawarkan untuk mengantarku pulang. Tapi aku menolaknya karena aku  sama dia baru kenal yaa masa udah minta-minta antar aja sih. Hehe 
Dia begitu menghargai saya sekali sebagai seorang perempuan. 

Waktupun berjalan kita masih intens chattan. Dia sangat sibuk sekali bekerja. Dan beberapa kali pindah-pindah dari satu tempat kerja ke tempat yang lain. Si worker holic memang dia. Februari, kita bertemu untuk kali kedua. Kita nonton bersama. Rencana awal kita mau nonton di surabaya, berhubung karena cuaca tidak mendukung akhirnya kita pun nonton di salah satu bioskop di sidoarjo saja. Kita pesen tiket bareng dan karena jam nonton masih lama kita pun berjalan-jalan mencari camilan dan lihat-lihat sesuatu. Kita memasuki beberapa toko salah satunya toko eiger dan mr diy. Ternyata dia eigerian juga sama sepertiku. Hari-hari itu weekend dan mall lumayan rame tiba-tiba kepalaku pusing. Dia tanya laper ta padahal aku gak laper tapi karena sebelum berangkat aku banyak makan aja di tempat seniorku. Aku bilang kepadanya nanti aja setelah nonton makannya. Kita nonton bareng. Setelah nonton fix perut mual dan aku muntahin semua makananku hari itu. Dia nungguin depan kamar mandi dan ngajak makan tapi karena aku gak kuat akhirnya aku minta pulang saja. Kitapun pulang. Tapi setelah pulang nonton itu aku tidak berkabar denganya. Aku menghilang. Dia mencari. Coba chat aku dan telpon. Baru hari ke 4 aku mengabari kalo aku sakit jadi sudah lemes terbaring lemah di kasur dan off dari semua sosmed ditambah kuotaku habis juga sih sebenernya. Dia mencoba mengerti aku. Dan masih selalu berkabar denganku. Kita telponan berjam-jam. Main tebak-tebakan. Banyak hal pokoknya. 

Maret masih berlanjut. Dia sibuk sekali maret ini sepertinya. Kitapun berkabar ala kadarnya. Sampai di bulan April. Entah kenapa kecemasan dalam diri dan random feeling mulai menguasai. Entahlah apakah saya jatuh cinta lagi ini. Tiba-tiba merasa lelah berlebih dengannya. Padahal waktu itu aku tahu dia lagi sakit dan belum pulih. Aku memberikan banyak pertanyaan dan voice note yang ku kirimkan untuk nya. Ku luapkan semua emosiku padanya. Kuceritakan masalaluku dan keinginanku. Kali itu dia mungkin sedang kacau juga dengan tuntutan pekerjaannya dan aku menambahi tuntutan baru untuknya. Aku begitu tidak sabar sekali dengannya. Egoisme mulai memenuhi hatiku. Seperti rasa takut tidak ingin kehilangannya, seperti cemburu. Ada apa denganku. Kenapa aku seperti ini. Padahal kembali lagi aku hu bukan siapa-siapanya. Aku belum tau apa kah dia juga tertarik denganku. Apakah dia juga merasakan hal yang sama aku rasakan. Aku tidak punya hak atas semua itu. Harusnya aku bisa menjadi teman baik yang mendampinginya. Apa yang sudah saya lakukan untuknya. Harusnya dia tahu akan hanya sedang ingin mengungkapankan apa yang aku rasakan saja. Bukan meminta dia merasakan hal yang sama. Aku kecewa dan sepertinya dia juga kecewa. Akhir chat aku memberi dia pertanyaan dan pernyataan yang tidak ada jawabannya. Dia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan sampai sekarang dia tidak berkabar lagi denganku. Sejak saat itu aku menangis atas perilaku bodoh aku sendiri. Tak seharusnya aku melakukan itu. Tapi dengan begitu aku juga tau jalan pikirannya dan arah hubungan ini mau dibawa kemana. Dia dengan bijak menjawab semuanya dengan baik dan apa yang aku lakukan aku begitu emosional dengan jawabannya. Tapi jawaban itu memang benar adanya. Harusnya aku menerimanya. Aku mengingat kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan. Dalam hati berkata, apa dia akan benar-benar pergi sekarang. Kamu tahu sebenarnya bukan bagaimana aku kamu tinggal pergi ketika sedang cinta-cintanya. Tapi ketika muncul hentakan-hentakan kecil dikepala yang meletup-letup dengan sangat menyiksa seakan memutar kenangan kita. Tak ada lagi notifikasi-notifikasi yang membuat pagiku tersenyum. Saat menutup mata bayanganmu seolah ada dengan membawa rasa bahagia. Tapi saat aku membuka mata aku dimakan kenyataan kamu tak lagi ada. 
Aku ingin kau cari, aku ingin kau temukan, aku ingin di rindukan, dan aku ingin berkabar.
Tolong katakan kita masih punya kesempatan!
Tolong yakinkan aku tidak menunggu sesuatu yang percuma!
Apakabar satrio wirangku, Baik baik selalu kamu. Jaga solatmu :)

Satrio wirangku hilang....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Today is Nila Day!!🥳🫶🏿