Terima kasih, Juni.
Satu bulan terlewati lagi. Senang sedihnya semua jadi teman. Ada kedatangan ada kehilangan. Sungguh rapuhnya hidup, ternyata. Sungguh tipisnya jarak bernafas dan berhenti nafas selamanya. Sungguh lemahnya hubungan, ikatan bahkan pertalian darah. Saat berada di titik lemah, selalu yang kusebut rumah terasa ambyar dan serabutan arah. Selalu.