Juni Datang

 

Hai juni, kau kembali lagi. Bulan yang penuh dengan ketabahan kata pak sapardi. Beberapa cerita terangkum dalam bulan ini setiap tahunnya. Bagaimana mungkin seseorang dipertemukan tapi tak ditakdirkan untuk bersama.

Kalau kata nadin begini, yang dipertemukan dan tidak menemukan akhir yang baik pada akhirnya pasti akan dipertemukan lagi dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Pasti akan digantikan yang jauh lebih baik. Buku kita sama iya sama, tapi dalam halaman yang berbeda. It’s damn hurt so much. Yah lagi-lagi balik lagi kita memang tidak bisa request sama Tuhan buat kasih hidup seperti apa yang kita mau. Hai kalian, terima kasih yang sudah menyapaku dibulan juni. Sudah hadir dan jadi bagian dari kenangan ini. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan, dan tidak semua perasaan berujung dengan kepemilikan. Ingat gak sih waktu….. ah sudah lah. Kamu begitu indah karna tidak bisa ku miliki. Hujan di bulan Juni. Meski hujan hanyalah hujan, peristiwa butir-butir air yang jatuh dari langit tidak berhak ku sangkutpautkan dengan kenangan sekalipun kita pernah terjebak didalamnya. Banyak keadaan meninggalkan kita tanpa kejelasan, dengan pertanyaan tak terjawab. Saat itu terjadi, waktunya merelakan ekspektasi. Meski tak saling bertatapan, berbahagialah dan jaga diri kalian dimanapun baik yang diperantauan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Today is Nila Day!!🥳🫶🏿