Hari Menetas 54
Sejauh ini aku anggap aku baik-baik saja. Organisasiku... tempat aku ditempah dalam religiusitas intelektualitas dan humanitas. Dan aku anggap tahun ini adalah tahun perelaan dimana aku akan merelakan semua hasil perjuanganku yang sudah ku lakukan sejauh ini. Tahun dimana aku memutuskan untuk berhenti memperjuangkanmu. Bukan karenamu tapi karenannya, iya ini terlalu menyakitkan. Maafkan aku yang tak bisa menjadi sosok tangguh lagi untukmu. Kau tau betapa rapuhnya aku saat-saat ini. Ku coba untuk tegak berdiri, kucoba untuk tetap tertawa lepas, ku coba untuk senyum bebas. Tapi saat dalam kesendirian aku hanya duduk termangu, menangis dalam keheningan. Banyak yang bertanya kamu kenapa? Ku hanya bisa menjawab dengan senyuman saja, tidak adakah rasa pedulimuuntuk tetap berjuang lagi disini? “Aku diam”. Diam isyaratku terluka dalam. Diam membuat aku kembali pada cerita-cerita yang tak bisa ku selesaikan dengan baik. Diam membuatku tersadar akan genggaman-genggaman yang sudah mulai asing....