Menjaga, Terjaga, Di jaga (hati)
Kau merasa kau selalu bisa menjaga hatimu dengan baik. Memfokuskan hati kepada hal-hal yang dekat dengan Tuhan. Tapi entah kenapa keyakinan itu mendadak patah ketika Tuhan mengirimkan seseorang yang belum tepat. Keyakinan yang hanya selingan, gembar-gembor saat kosong ataukah hanya pemanis dalam hidupmu. Entahlah yang jelas kau ada dimana-mana tapi tidak disampingku. Dan taukah kau adakah yang lebih menyebalkan dari hal itu???
Sudahlah...
Banyak belajar dari film dilan kemarin yakni masih banyak wanita yang mudah jatuh cinta dengan kata-kata. Dan mungkin salah satunya saya. Tanpa tahu bahwa akhirnya akan terluka. Mengapa banyak yang mencintai kata-kata karena kelemahan seorang wanita itu ada pada telinga dan laki laki itu pandai berkata-kata.
Merasa lelah sendiri tapi juga takut menjalin sebuah hubungan. Mungkin itu yang tepat dan terasa saat ini. Tapi aku manusia, aku perempuan yang juga ingin merasakan jatuh cinta, bagaimana rasanya memiliki dan dimiliki, serta indahnya memahami. Beberapa obrolan mulai basi membuat hati-hati terganggu dan aku pun harus mengistirahatkan hati.
Berharap kau akan segera mengerti arti ketulusan hati ini. Menunggu tidaklah mudah bahkan ketika harus mengalami hal yang sama dua kali dengan orang yang sama. Aku akan menjaga hati ini.... untukmu, tapi mungkin tak selamanya. Karena aku juga berhak untuk bahagia sama seperti kamu dan dia.
Komentar
Posting Komentar