Bagian dari doamu?

Sejak malam kemarin aku berbalas chat denganmu aku memutuskan untuk membacanya saja. Aku mencoba mengambil jeda dari semuanya. Aku tidak ingin menjadi beban dalam pikiranmu. Bilang kangen ke kamu bagiku itu sudah lebh dari cukup. Apalagi saat kamu bilang kangen gak harus ketemu kan berdoa juga bisa. Dalam hati aku berkata “apakah aku bagian dari doa itu?” 

Ah sudah lah aku tidak akan mempermasalahkan itu lagi. Aku sedang mencoba melapangkan hati untuk itu semua. Karena aku ingin sembuh dati penyakit mental yang aku rasa ini mulai sangat menganggu hidupku sekali. 

Ini tadi aku chat kamu lagi. Balasan kamu kayak gitu jadi ku urungkan niatku untuk bercandain kamu. Jagoanku menang. Tapi tidak ada ucapan apapun darimu. Bahkan chat terakhirku aja hanya kamu baca. Tapi tidak apa-apa. Lagi-lagi aku akan coba terima itu semua. Kadang ingin rasanya aku menghilang dan ingin sekali kamu cari lagi seperti dulu. Tapi entahlah. Aku akan jalani ini pelan-pelan. Dan berdoa karena hanya Allah yang terbaik saja karena hanya Allah yang membolak-balikkan hati dan maha mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam hati manusia (innahunalimummbidzatissudur). Kamu baik-baik yaa disana. Dariku yang sepertinya mulai menyayangimu... (maaf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Today is Nila Day!!🥳🫶🏿