Semoga Kalian Terbebas dari Kutukan Sudah Selesai Sebelum Mulai
Getar awal jumpa telah berubah menjadi getir
Ku kira selamanya ternyata ini
akhirnya
Sebulan berlalu sesekali aku
masih merindu
Mungkin pelukan akan padamkan
api tenyata tidak juga
Dia masih yang sama
Handal bermain kata dan
memancing pertikaian
Aku sudah tak sama
Hanya bisa membiarkan karna
kamusku kian hilang
Di tempat kita saling mencintai
dulu
Matamu sudah bukan milikku lagi
Berjarak
Selamat jalan
POV:
Bahkan
aku tidak tahu harus menuliskan apa, bahkan aku tidak tau sekarang aku masih
harus bersedih atau tidak. Oh tidak aku tahu.... Iya aku bersedih, aku terluka,
aku patah. people come and go... Tapi kamu bolak-balik. Aku selalu berdoa kalo
memang ini jalan terbaik, tolong Tuhan bantu aku melewati semua ini, berikan
keikhlasan dan penerimaan. Tepat satu bulan ini aku bahkan baru berani untuk
mengungkapkan apa yang ku rasa, ternyata ini sangat menyakitkan, iya perpisahan yang terjadi setelah sudah sejauh ini melewati banyak hal bersama
itu menyakitkan. Sebagai seorang perempuan biasa yang menganggap bahwa bagian yang paling menyakitkan dari
perpisahan adalah kamu harus merelakan semua rencana tentang masa depan bersama
yang gak akan jadi nyata. Dan memang benar adanya aku bukan hanya kehilangan sosok dia, aku juga kehilangan proyeksi masa depan, cita-cita, dan rencana. Aku kehilangan sebuah realita tunggal yang sudah ku bangun selama ini. Begitu banyak impian-impian yang ingin aku lalui
bersama tapi sepertinya yah harus berhenti saja, dan harus dipaksa buat terbiasa seperti saat sebelum bersama.
Hari-hari ku lalui dengan ketakutan-ketakutan tapi aku mencoba untuk tetap tenang.
Kamu tau sejak satu minggu sebelum kita memutuskan untuk mengakhiri aku menangis, ntah aku menangisi apa. Aku gak bisa menyesali apapun yang sudah
terjadi. Aku hanya merasa capek karna ini selalu tejadi pada kita. Aku sudah tidak ada energi untuk memberontak, jadi biarlah ku maklumi semuanya. Aku masih mengingat kalimat yang sempat ku ucapkan padamu, meminta buat kita untuk
bersama-sama sembari menanyakan berat yaa kamu ............ Blablablabla sesekali
aku merasakan kekosongan dalam hidupku, hampa rasanya, aku lupa rasanya jatuh
cinta lagi. Tapi buatku yang penting saat ini aku akan bertahan. Tidak
ada yang lainnya. Ntah ini akan berlangsung sampai kapan tapi aku akan melewati
ini semua perlahan, dan aku tau juga ini tidak akan mudah tapi aku harus
percaya Tuhan tau apa yang terbaik untukku, untuk kita........
Ini untuk orang yang telah aku lepaskan selagi masih cinta padanya.
Bagiku, itu sulit karena apa yang telah kami berikan kepadaku begitu banyak untuk diingat, dan, pada beberapa titik dalam hubungan kami, itu membuatku percaya bahwa itu bisa bertahan lama. Apa yang salah tidak terjadi begitu saja dalam semalam dan melepaskannya bukanlah proses satu hari. Aku melepaskan bukan karena aku lelah dengan hubungan; aku melepaskan karena aku tidak menerima apa yang aku percaya pantas didapat dari hubungan itu, dan butuh waktu untuk memilikinya. Kami memiliki bagian dari kesalahan dan keracunan. Aku menjadi orang yang aku doakan tidak pernah aku inginkan, dan dia menjadi orang yang dia janjikan tidak akan pernah menjadi. Aku melepaskan karena itu satu-satunya caraku menyelamatkan diriku dari tenggelam dalam begitu banyak delulu sehingga semuanya akan baik-baik saja, tetapi kenyataannya tidak. Merelakan itu sulit, tapi bertahan dalam hubungan dimana aku tidak tahu persis dimana aku berdiri dalam hidup pasangan jauh lebih sulit. Jika kamu pernah melihat postingan ini, ketahuilah bahwa aku akan selalu mencintaimu walaupun itu tidak cukup untuk menyelamatkan apa yang kita miliki. Baik-baik saja. <3 <3

Komentar
Posting Komentar