DAY 6 of 30 Days: I'm Single and I'm Happy ( An Affirmation for My Self)
Single and Happy.
Dua kata yang menurutku cukup bermakna. Sendiri di usia yang aku rasa tidak muda lagi memang cukup sulit dan penuh tantangan sekali yaa. Yah namanya hidup terkadang memang gak semua bisa terjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tak jarang banyak yang bilang, Kapan? Kapan? Temanmu sudah nikah semua loh, temanmu sudah punya anak loh. Hahaha rasanya sekarang udah kebal banget ini telinga denger kalimat itu. Di kira aku ini gak mau nikah juga apa :(.
Yah mau lah tapi kalo belum menemukan orang dan waktu yang tepat apa iya aku harus maksain diriku kan gak juga. Tolonglah pengertiannya disini. Aku juga sedang berusaha buat itu semua kok. Ya kali aku langsung terima orang yang datang dihidupku begitu aja.
Kadang ada juga yang melihat kok kayaknya aku santai banget gitu. Hehe ndak kok yang paling santai itu terkadang justru yang paling khawatir. Aku juga punya khawatir bahkan kalau kalian tahu aku orangnya sangat mudah khawatir dan panik. (Read: untuk yang sudah kenal banget ini pasti tahu) karna aku juga manusia biasa. Kalian mau tau apa rasa khawatirku saat ini? Hati manusia itu memang se egois itu karna kadang semesta udah ngirimin kita orang yang terbaik tapi kitanya menolak karna orang itu bukan orang yang kita harapkan hanya karna kita mencari kesempurnaan diorang lain yang sebenernya gak pernah bener bener ada karna setiap manusia pasti akan mengecewakan kalau kita yang terlalu berekspektasi tinggi dan mengira dia selalu sempurna sesuai apa maunya kita. (khawatir melewatkan seseorang yang baik untukku). Tapi aku sedang berupaya mengatasi itu semua dengan aku percaya bahwa segala hal yang melewatkan dan terlewatkan itu bukan untukku)
Banyak orang yang merasa kasihan denganku karna aku belum menikah. Eh gimana sih, kok gak tanya dulu aku perlu dikasihani apa tidak 😂 Kan kasihan ya energinya terbuang hanya untuk mengasihani orang yang gak kenapa napa.Kenapa gak buru-buru menikah? Yah karna aku punya keyakinan dan misi rumah tangga yang aku jalankan harus bahagia, berkualitas, dan bernilai. Gak asal rabi dan manak. Menikah itu untuk companionship. Jadi dipernikahan aku ingin aku sama partner itu kayak temen gitu dah. Kalau kata Tulus, teman hidup. Teman ketawa, teman ngobrol, teman sudaj, teman berantem, teman bertumbuh. Anjay hahahaha
Pernikahan adalah kemustahilan yang saat ini sedang kumungkinkan. Doain yang terbaik aja yaa. Big hug. :* Sekarang aku sedang berusaha dan belajar how to be a great wife, bagaimana cara menjalankan kehidupan rumah tangga yang baik. Saya ingat salah satu kiyai, tapi saya lupa namanya. Beliau bilang, “kalau tujuan hidupmu hanya untuk sekolah sampai pendidikan tinggi, menikah, dan punya anak, hidupmu murah. Sangat murah”
Apa maksudnya?
So what do you think that the bigger achieverment in your live only marriage? Kasihan sekali. Coba ketemu banyak orang keren yang sumbangsihnya terhadap diri dan sekitarnya banyak. Malu ih aku jadinya. Hehe
Single doesn’t mean Happy dan Partner doesn’t mean Happy. Tapi aku rasa setiap fase dalam hidup ini punya masanya masing-masing dan kebahagiaan itu adalah pilihan hidup kita sendiri. Kita bisa kok tetap bahagia walaupun single. Sebab semua orang bisa berbahagia saat ini juga, kalau mau. Biarkan radar Tuhan yang menentukan. Buatku cari pasangan itu bukan yang sekedar dia bisa kasih kebahagian ke kamu, tapi yang bisa melengkapi kebahagiaan yang udah kamu punya dari dalam diri kamu sendiri.
Kadang aku menyadari aku kurang bisa komunikasi terutama bisa chatting lama karna terkadang aku ngerasa kayak kekurangan bahan aja kalau chatting dari hp. Tapi lagi lagi aku manusia biasa disini. Aku juga bisa bersedih. Di saat yang lain udah pada sibuk dengan kehidupan baru mereka dan aku sendiri masih begini itu rasanya juga menyakitkan. Mungkin aku tak seberuntung mereka tapi aku juga ingin seberuntung mereka. Pada akhirnya semua akan indah padahal nggak. Hahaha dan itu juga sering kali terjadi aku tidak boleh denial dengan itu semua karna buatku sekarang yang penting aku menerima setiap semua perasaanku yang datang, baik perasaan senang, sedih, marah dll. dengan ikhlas dan pasrah menyerahkan semuanya pada Tuhan semata. Kalau ditanya sekarang maunya gimana, yaudah mau gimana lagi, yaudah kalau memang udah jalannya. Ya intinya aku harus sayang sama diri sendiri. Udah gak mau mempersulit diriku sendiri yang terlalu memikirkan banyak hal. Sekarang harus banyak sabarnya, bahgia dan bilang ke diri sendiri “ cmon u deserve better, don’t waste ur time for someone yang bahkan ga pernah mikirin kamu sama sekali, it’s enough”
Berdoa dan berusaha untuk diriku sendiri dengan harapan Tuhan memberikan apa yang terbaik untuk aku. Udah itu aja. Sesakit sakitnya kamu dan sepaham pahamnya orang lain tentang kamu, in the end of the day, all you have is just you and yourself, nothing at all. Dan ingat, waa ilaa rabbika far ghab. Sebagai pemahaman agar jangan pernah berharap lagi dengan manusia dan tidak kembali jatuh di lubang yang sama. She wants to find love again, but it’s going to take time and patience for Herti truly let her heart ease into a new adventure. Terlalu menantikan 36:36 sampai lupa bahwa 21:35 bisa datang tanpa aba aba. Bukan cuma hidup bahagia matipun juga perlu bahagia.
It’s just a part if life stories. Dalam beberapa moment hidup memang terlihat tidak adil. Tapi sebenernya inilah perjalanan terbaik yang memang kita harus lewati.
Komentar
Posting Komentar