DAY 2 of 30 Days: The definition of my happiness
Apa yang membuatmu senang?
Mudah sekali cara membuatku senang itu
Contoh: Aku senang sekali ketika aku punya waktu untuk diriku sendiri. Entah itu sekedar untuk tidur tenang tanpa ada gangguan, bisa makan apa aja yang lagi aku pengen, jogging atau bersepeda, streaming youtube dan film tanpa takut kuota habis, dan membaca buku kesukaan.
Sedangkan dari orang terdekatku, aku tak banyak menuntut kecuali waktu dan perhatian. That makes me happy the most; ketika orang terdekatku meluangkan waktunya untukku. Benar-benar hanya untukku. Fokus kepadaku. Berbincang apa saja, menyusun rencana mimpi bersama, berbagi keluh kesah. Aku sangat senang sekali ketika mereka menunggu cerita-cerita konyolku, bahkan kadang tanpa perlu ditanya aku bercerita sendiri, mereka tertawa liat tingkah konyolku. Terlihat aneh yah walaupun sedikit egois juga sih karena kalau sudah asyik aku ga mau diganggu sama sekali.
Untuk pasanganku (nanti); aku ingin selalu punya ruang dan waktu yang benar-benar kosong untuknya menghempas apa yang tak ia perlihatkan pada orang lain. Jika ia mau. And I am more than happy to provide it.
Pernah waktu itu iseng mengikuti test 5 languages of love dan tebak apa bahasa cintaku? Quality time. Hehe. Oh yes, I am that obvious.
Hmm, apa lagi?
Aku seneng sekali ketika ada seseorang yang mengucapkan terima kasih padaku, walaupun dalam hal sepele. Rasanya itu teduh banget ketika ucapan terima kasih itu dilontarkan untukku.
Aku senang kalau aku sedang harus pergi ke luar kota. Entah untuk jalan-jalan. Atau bekerja.
Apalagi jika itu adalah tempat yang belum pernah aku datangi karena aku senang sekali mencoba hal-hal baru. Bisa menikmati setiap sudut tempat yang aku kunjungi, apalagi jika tempat itu bisa memicu adrenalin dan kesana bersama orang terkasih. Sepertinya akan menjadi tempat yang tak terlupakan.
Apa lagi ya? Oh, ya.
Aku senang ketika aku bisa melamun di pinggir laut dan pergi ke bukit atau gunung melihat semua dari atas. Aku juga suka gemerlap lampu kota di malam hari, tapi hal ini tidak sepaket dengan keramaiannya yaa. Karena keramaian membuatku merasakan kebisingan dan pusing.
Aku senang saat berada di toko buku, walaupun sekedar melihat-liat saja, mencium aroma kertas, dan mendengarkan musik dalam ruangan tersebut. Ada rasa nyaman tersendiri dalam hati.
Lalu tentu saja seperti manusia pada umumnya; saat melepaskan segenap penat yang ada, aku pasti selalu merasa kecil lalu malu. Malu karena aku terkadang banyak mau. Padahal jika dibandingkan dengan yang ada kita semua berada dalam porsinya masing-masing sama; aku tak ada apa-apanya.
Dan setiap kali aku merasakannya, dalam apa pun. Aku selalu mengingat perasaan ini. Agar tidak ada terbesit sedikit pun di kepalaku untuk menjadi manusia angkuh dan besar kepala karena lupa untuk bersyukur. Tapi apakah itu semua sudah cukup membuatku bahagia? Oh, belum tentu. Itu beda cerita ;)
Apa lagi ya yang membuatku senang? Sepertinya itu saja.
Kalau kamu, apa?
Komentar
Posting Komentar