Menjadi Guru itu (BUKAN) Pilihan Saya
Selamat Hari Guru 2019.
Guru...
Sosok pahlawan tanpa tanda jasa (katanya)
Sosok teladan bagi siswa-siswinya (katanya)
Tugas termulia sekaligus tugas tersulit. Pun memutuskan menjadi guru adalah pilihan yang tersulit. Bagaimana tidak waktu kecil masih terbesit ingin menjadi guru tapi setelah beranjak dewasa berubah haluan ingin menjadi ahli kimia. Banyak hal yang jadi pertimbangan harus memilih jalan ini. Sedih pasti manusia mana yang tidak sedih ketika mimpinya, harapannya harus kandas begitu saja. Sama seperti cinta yang kandas bahkan sebelum bersemi. Wkwkw *ngomong ngelantur lagi.
Sekarang saya mulai menikmatinya. Menjalani dengan pasrah dan ikhlas. Entah berakhir seperti apa tapi yang jelas saya harus menerima semuanya. Semoga ini jalan yang terbaik tapi jikalau pun bukan jalan terbaik semoga akan selalu diberikan kekuatan dan kemudahan dalam setiap langkah.
Menjadi guru itu bukan cita-cita saya tapi takdir yang berliku telah menghantarkan saya ke sana. Sehingga saya harus menjalani sebaik yang saya bisa, sekalipun tak sedikit tantangannya. Sering sekali merasa bisa jadi, saya belum pantas menjadi guru. Tapi saya juga ingin menjadi bagian dari perjalanan mimpi mereka.
Selamat hari guru nasional... tetaplah mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.





Setiap manusia punya cita-cita, tapi ketika manusia kehilangan cara menggapai cita-citanya, dia harus totalitas pada alternatifnya. Bisa menjadikan apa yang ia kerjakan sebagai acuan cita-cita generasi berikutnya, itu juga merupakan keberhasilan.
BalasHapus