Ramadan Datang (lagi) Apa Kabar dengan Hati?

Ramadan selalu punya cara tersendiri. Kebiasaan tersendiri. Tentunya kenangan tersendiri juga. Beberapa dari mereka datang silih berganti. Ada yang menemani hanya untuk singgah melepas penat. Ada yang hanya sekedar lewat. Ada juga yang tidak pernah ada dan hanya bisa berharap cemas. Diantara mereka yang datang ada yang sengaja berdoa agar salah satu diantara mereka akan menetap. Tapi takdir ini jauh lebih nyata, Tuhan masih menggantungkan doanya atau sepertinya ada doa hebat orang lain yang masih belum ia ketahui keberadaaannya mencegah dan memintanya untuk menunggu kedatangannya. 


Bukan itu esensi dari Ramadan. Perihal kedatangan ramadan memang selalu jadi bagian yang paling di rindukan. Menyapa bulan baik, saling maaf-memaafkan perlahan memang mesti harus ada yang diikhlaskan agar hati menjadi lebih ringan. Yang menyakiti selain harus disembuhkan juga harus diikhlaskan. Yakinlah akan selalu ada hal baik yang dinanti. Dan dia yang Tuhan sediakan untukmu akan menantimu di ujung batas itu. Selalu ada hal baik yang patut kita syukuri disukai atau tidak semua tetap berjalan sesuai alur yang sudah Tuhan tentukan. Lantas apa lagi yang diragukan jika Tuhan selalu Maha mengerti. Berhenti meruntuki diri sendiri. Maaf-memaafkan bukan hanya untuk mereka saja yang saling melukai sebab memberi maaf untuk diri sendiri menurutku lebih  dibutuhkan untuk saat ini.  

Ada kenangan yang terulang kembali. Ada kenangan yang tidak bisa dipanggil lagi. Sebulan ini mari merefleksikan diri. Ramadan datang lagi sambut dengan hati bahagia. Sebab bahagia menjadi rumit ketika terlalu banyak ditunggangi harap yang tak tentu sampai terlalu banyak syarat atas apa yang ingin di capai. Ah... mari kita sederhanakan saja semuanya. Doakan yang telah pergi. Syukuri yang masih dimiliki. Spion masih boleh digunakan melihat ke belakang untuk melompat lebih jauh ke depan. Selebihnya kita jalani saja apa adanya karena dia yang baik untukmu adalah dia yang akan menerima segala kurangmu, kelebihannya menjadi pelengkapmu dan bertahan sampai pada batas akhirmu. 

Terima kasih sudah menemani hidup ini dengan lebih sederhana, bawa semuanya lewat doa, mari sama-sama melangitkan doa di bulan suci penuh berkah. Selamat menjalankan ibadah puasa semoga lancar puasanya, jangan lupa pasang alarm biar bisa bangun sahurnya 😆. Akhirkan sahur dan segeralah berbuka.

Salam hangat dan cinta 🧡

Nila Adillah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Today is Nila Day!!🥳🫶🏿