Ber-Dirgahayu

Kelahiran memang menjadi suatu hal yang menggembirakan bagi segelintir orang. Doa harapan mulai disematkan. Aku lahir di bumi tepat hari selasa di tanggal yang sama beberapa tahun yang lalu. Kau tau, hari yang paling gak aku suka adalah hari ulang tahun. Apa bagusnya menyelamati disaat satu jatah hidup kita berkurang?


Persis seperti hari ini ditiap tahunnya. jatahku di dunia berkurang lagi. 
Tak ada lilin yang perlu ditiup, atau balon yang harus digantung tinggi-tinggi. Entah kenapa sejak beberapa tahun ini definisiku perihal perayaan ulang tahun mulai berubah. “Seseorang pernah bilang kepadaku, rayakan apa yang ingin kamu rayakan. Tapi alangkah lebih baiknya jika perayaan ulang tahun ini kita hadiahkan untuk ibu kita, dengan cara memeluk atau mendoakan ibu, dan berterima kasih karena sudah berjuang meregang nyawa dihari kelahiran kita”.
Kalimat itu begitu menghantam hatiku, dan selalu menjadi refleksi setiap tahunnya. 

Selain ibu, Kau tahu ketika usia anaknya menginjak hampir seperempat abad, bapak adalah laki-laki paling khawatir jika anak perempuannya jatuh cinta. Bukan kepalang bapak memikirkan segala kemungkinan, laki-laki seperti apa yang akan anak perempuannya ceritakan setiap dia di rumah. 
Mulai dari obrolan
“Bagaimana sudah ada pandangan?”
“Gak diajak kesini ta?”
Hanya diam. Mungkin itu jawaban paling tepat sampai sekarang. 
Bagi bapak, laki-laki mau sebaik apapun tetaplah brengsek. Berani-beraninya membuat anaknya jatuh cinta. Sudah dibuat jatuh, dibuat cinta pula. Benar-benar tidak masuk akal kan!

Semoga suatu saat nanti di waktu yang tepat dan pada rasa yang tepat aku bisa bersama laki-laki yang bijaksananya seperti bapak. Karena aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan bapak dan ibu sendirian. 

Ku harap ada yang meng-amiiin-kan. Ehm Amiiinn... jangan? 

Berbahagialah, terimalah selasa yang manis, rayakan segala gagal di seluruh kemarin. Semoga esok merangkulmu dengan cinta. Banyak-banyak...
Walaupun tidak suka, mari kita syukuri sisa nikmat yang ada. Semoga segala inginmu terijabah oleh sang Maha. Bahagiain diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, jangan habisin waktumu yang gak banyak ini. Biarkan umur saja yang tua, tapi tidak dengan jiwa saya. Asyik πŸ€˜πŸΏπŸ˜‚


Komentar

Postingan populer dari blog ini