Jadi Dia Sahabatmu Apa Temanmu?

Sahabat??? Atau Teman???

Dalam dunia pertemanan dapat dikategorikan menjadi 2: Teman dan Sahabat. Ada yang mengatakan juga “Konco kentel” saking lengketnya itu. Dikatakan teman biasanya karena kedekatan antar personal hanya sebatas kenal dan tahu. Berbeda dengan sahabat. Biasanya yang menjadi sahabatmu adalah dia yang sangat memahami dirimu.

Sosok yang tak pernah lepas dari kehidupan kita. Menemani kita. Tempat bercerita dan bergalau ria dari A-Z. Pepatah mengatakan sahabat itu ibarat sepeti benda antik. Semakin lama maka semakin mahal harganya. Dan seperti musik yang kau sukai. Kau tidak akan pernah merasakan bosan walaupun musik itu kau putar berkali-kali. 

Tapi yang terjadi saat ini berbeda. Banyak dari beberapa teman-temanku bercerita lagi tentang sahabat dekatnya alias konco kentel yang mulai menjauh hanya karena ego. Dari sejak awal kuliah sampe lulus sekarang ini melihat aktivitas pertemanan teman sekelas banyak terjadi perbedaan. Ada yang awal kuliah bersama selalu layaknya the gengs. Eh waktu akhir2 semester mereka berganti personil. 

Tidak samanya visi misi pertemanan, adanya kecemburuan sosial, keegoismean sesaat, tidak menerima apa adanya seorang teman, merasa dia lebih dari yang lain dan lain-lain.

Hanya gara-gara hal sepele persahatan hancur berantakan. Dulunya yang saling berdekatan sekarang pun enggan. Boro-boro bisa makan dan qtime bersama menyapapun kadang ogahan. Yang ada mereka saling sindir-sindiran. Gak ada yang mau mengalah. Satu mencoba memperbaiki satunya hatinya sudah terlanjur perih.

Kata maaf berceceran tapi tak satupun termaafkan. Ah, apakah seperti ini bersahabat itu? Kadang kalau liat teman-teman yang mengalami seperti ini mesti aku mikir. Kok ada yaa manusia kayak gini. Hanya karena sering telponan dan jalan dengan teman yang berbeda, sahabat yang biasanya cemburu. Ya Allah kalian itu yaa hidup di jaman apa sih. Harusnya kalian itu ingat. Namanya bersahabat itu yaa gak mesti harus bersama. 

Gak bosen apa barengan mulu. Ngintil kemana-mana. Apa kalian kira sahabat kalian itu gak ada kegiatan lain apa. Kenapa kalian ga bebasin sahabat kalian. Biarkan mereka bergaul dengan yang lain. Mereka juga berhak untuk itu. Mereka punya kesibukan yang lain juga. Yang terpenting kan mereka gak lupa jalan buat pulang. Dan kamu selalu ada untuknya. Dia selalu ada untukmu. Kan begitu lebih enak kan. Saling menghargai, saling menyayangi, saling mengisi satu sama lain, ketawa bareng sedih bareng. Jadi diri sendiri. Kan kalau begitu hidupmu bahagia masuk surga kan. 

Ayo, kita coba perbaiki semua. Kalau ada salah paham yaa diomongin jangan diam-diaman. Punya mulut kan gunanya buat ngomongin  kesalahpahamannya bukan buat ngomongin orangnya. Ego nya diturunin napa. Tidak ada ceritanya orang mati gara-gara nelen egonya sendiri. Dan buat teman yang lain. Jangan lengah untuk selalu merasa dimengerti tanpa mengimbangi. Ingatlah batas MUAK seseorang adalah pergi. Nah itulah kenapa sahabatmu banyak yang pergi meninggalkanmu. Sambung terus tali persaudaraan yang ada. Menurut hadis barang siapa yang mau memnyambung tali persaudaraan maka alan dipanjangkan juga umurnya dan berkah.

Akhir kata, dalam pertemanan dan persahaban saya selalu mengingat apa yang dikatakan ibu saya. “Makanya mbak kalo temenan itu biasa-biasa saja. Jangan telalu dekatndan jangan terlaly jauh. Anggap semua teman itu sama. Biar suatu saat kalo lamu dilukai hatimu sama sahabatmu kamu tidak merasakan luka yang sangat dalam.”

Sejak saat itu pun saya menyadari istilah sahabat dan teman itu kedudukannya sama saja. Tapi yang menjadi beda disini bagiku dia yang bertahan lama dengan semua tingkah laku ku, tidak meninggalkanku, dan selalu mengingatku dengan berkabar maka dia adalah sahabatku. Karena untuk menjadi saudara tidak harus sedarah kan... :”)

Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. 
Terima kasih sudah menjadi matahari bulan bintang air dan segalanya yang membuatku bahagia sahabat.
Aku selalu menyayangimu

With love


Nila Adillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Today is Nila Day!!🥳🫶🏿