DIGANTUNGIN
Berat...
Dan gue percaya gue bisa melewati semua ini.
Sejak dinyatakan lolos administrasi kerja di salah satu yayasan islam rasanya seneng sekali. Gimana tidak seneng latar belakang keluarga yang bukan siapa-siapa ini berharap bisa mengangkat derajat keluarga terutama orang tua. Tanggal 31 gue tes wawancara, agama, dan tes kemampuan bahasa inggris dan pengetahuan agama. Dengan senang hati aku berangkat kala itu. Tapi yang terjadi wakti aku sampai ditempat tujuan. Aku dikagetkan dengan informasi katanya tesnya terpusat di surabaya bu. Jadi bukan di sini. Alhasil jadwal tes jam 9 dan aku sampai di daerah pusat laguna pukul 11 setelah melewati rintangan nyasar dan muter-muter dijalan. Berasa pen nangis aja waktu berangkat itu. Ingin menyerah tapi kembali ingat bapak ibuk di rumah. Akhirnya sampai juga. Dan disana alhamdulillah masih belum dimulai. Aku mengisi biodata dengan baik. Mengikuti serangkaian tes dan lain-lain. Tapi yang menjadi tantanganku sampai sekarang adalah aku masih pasif dalam ngomong bahasa inggris. Tetap berpositif thinking. Disana ketemu dengan salah satu rekan waktu sekolah di MAN. Waktu pulang hujan di surabaya lumayan deras. Alamak gak bawa mantel. Dan alhamdulillah gue dipinjemi sama rekan ku itu. Akhirnya kita pulang bersama-sama. Karena hujan cukup deras dan surabaya lumayan macet akhirnya kuta terpisah. Dan belum sampai rumah ini perut sudah mulai keroncongan. Alhasil gue mampir makan nasi bebek dipinggir jalan itu. Karena terlalu ke enakan akhirnya gur lupa kalo terlalu banyak makan jadi mual rasanya. Tapi tidak apa-apa. Mencoba menenangkan. Harap-harap cemas rasanya menunggu kabar ini. Dan ternyata baru tanggal 13 dapat kabar dari email bahwa lolos dari seleksi tersebut. Sedihnya aku baru buka email tanggal 14 padahal ditanggal itu pula aku harus melaksanakan serangkaian seleksi microteaching. Alhasil minta rescheadule jadwal dan akhirnya kedapetan ditanggal 15. Akupun langsung prepare banyak hal. Dengan semangat gembira berharap bisa diterima dan bisa ngajar di yayasan tersebut. Seleksi pun berjalan dengan lancar yaa walaupun agak terbata-bata karena gue gak lancar dalam berbahasa inggris. Kembali lagi inggris jadi masalah terbesar gue di sini. :(
Tak menunggu waktu lama lagi tanggal 19 februari aku pun dapat kabar lolos seleksi microteaching. Dan akan mengikuti masa OJT selama seminggu. Tanggal 25 sampai 1 maret. Pada waktu OJT betapa down nya aku. Gimana tidak down semua pembelajaran berbasis inggris. Sedih aku tuh. Rasanya aku seneng ngajar di situ tapi takut gak mampu. Apa yang akan ku berikan kalau semisal aku diterima di situ. Apa yang harus ku lakukan. Rasanya hari pertama OJT gue nangis hebat sekali. Dan setiap hari sambat terus sama temen ibu dll. Sampai OJT berakhir. Waktu haru kamis aku bertemu dengan ibu kepala sekolah dan ditanya mengenai seputar diriku dan skripsiku begitu. Rasanya pasrah udah sepasrah-pasrahnya. Cuma sedihnya itu apa yayasan ini selalu saja nge gantungin anak orang. Katanya nunggu kabar dari HRD yaa mbak. Dan sampai sekarang belum ada kabar sama sekali. Apalagi sejak OJT itu aku ambil keputusan besar sekali dengan tidak mengajar ektra BTQ Lagi. Duh makin sampe sini sedihnya makin double. Pen nangis itu udah gak bisa nangis lagi. Pengen sambat itu apa yang disambatin. Rasana cuma diem saja dari kemarin-kemarin.
Pengangguran... ya Allah berat banget nyandang status ini rasanya.
Sampe sekarang masih menunggu kabar. Dan kalo memang gak ada kabar lagi kemungkinan harus cari tempat ngajar lagi yang lain. Tapi rasanya berharap banget bisa diterima. Seneng banget bisa ngajar di situ soalnya aku yakin banget di situ bisa ningkatin kompetensiku sebagai seorang guru.
Ya Allah sampai kapan digantungin terus seperti ini yaa.
Berharap segera menemukan titik terangnya.
Sudah gak tau lagi harus ngapain. Berkabar sama teman pun enggan sekarang. Sedang jadi orang yang tertutup banget ini rasanya.
Ya Allah semoga ada jalan... semoga bisa melewati life crisis ini. 🙃
Setelah februari patah hati bergantilah maret membiru kelabu.
Komentar
Posting Komentar