Journey Of Today
Disuatu malam seorang gadis berjalan sendirian sepulang sholat isya’.
Ditengah perjalanan langkahnya pun terhentikan karena seorang nenek memegang tangannya dengan wajah sendu dan sepertinya tersesat sambil berkata, “nak, tahukah kamu toko yang bisanya jual obat disini?”
Dia pun kebingungan menjawab pertanyaan nenek tersebut, bukan karena dia tidak tahu melainkan kalaupun dia memberitahu jalannya nenek itupun tidak akan paham.
“Mari nek saya antar” ujar gadis itu
Ditengah perjalanan tak henti-hentinya nenek itu mengucapkan terima kasih sambil berkata “Tuhan, gak enaknya ya hidup sendiri, gak ada suami gak ada anak. Kalau butuh apa-apa gini loh gak ada yang anter”
Mendengar perkataan tersebut sontak hati gadis tersebut terkoyak kan dan tibalah tetes buih air mata mulai terasa.
“Ya Allah kasian sekali nenek tersebut, sungguh Tuhan jangan pernah kau biarkan aku hidup sebatang kara seperti nenek tersebut, entah bagaimana aku bisa menjalani hidupku jika seperti itu.”
Setelah membeli obat nenek tersebut menawarinya permen dan memberi uang sisa kembalian dia beli obat tadi.
Dengan halus gadis tersebut menolaknya.
“Nenek rumahnya dimana? Biar saya antarkan pulang”
Nenek itu hanya menjawab disana nak jauh.
Karena tidak tahu gadis itupun menanyakan alamat rumah nenek tersebut ke penjual toko obat (katanya langganannya itu).
Gadis itu mengantarkan pulang nenek tersebut tepat di depan rumahnya.
Bahkan ketika sampai depan rumahnya pun dia tidak mengenali itu rumahnya atau tidak.
“Sudah sampai rumah nek,” ujar gadis tersebut
“Loh ini rumahku ta nak?”
“Iya nek”
Akhirnya gadis itu pun berpamitan kepada nenek tersebut untuk pulang, sambil nenek tersebut menyematkan doa untuknya.
Di tengah perjalanan pulang dia ingat kembali akan perkataan nenek tersebut.
Dia menangis, dan tak henti-hentinya dia berdoa kepada Tuhan agar Tuhan selalu memberikan keberkahan, kebahagiaan dalam keluarga.
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَاَنْتَ خَيْرُالْوٰرِثِيْنَ
Artinya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris yang paling Baik". (QS Al Anbiya : 89).
Dan jika kau tahu wahai kaum adam, yang paling ditakutkan kaum hawa dalam hidupnya yakni “berjalan sendirian”. Mereka membutuhkan sosok untuk bisa menemani hidupnya, sosok yang meneduhkan hati, dan sosok yang mampu menyangga saat tangis mulai mengangga.
Oleh karena itu, Tuhan menciptakan pundak laki-laki untuk menyangga tangis perempuan. Dan tuhan menciptakan tangis perempuan agar laki-laki melupakan tangisnya sendiri. Sujiwo tejo
Komentar
Posting Komentar