Fall/Felt/Fallen/Falling (in LOVE)
Here is another example of how languange can deceive you...
Entah ini stupid atau naif. Setelah bertahun-tahun saya barungeh maksud dari “naluri alamiah untuk berkembangbiak” pada manusia. Kata “berkembangbiak” biasanya saya baca pada ciri-ciri tumbuhan dan hewan. Sedangkan pada manusia, kata-kata yang dipakai “meneruskan keturunan”. padahal secara biologis, itu prosesnya sama. Bahwa secara biologis, manusia dilengkapi dengan organ reproduksi yang bekerja sesuai periode tertentu yang sudah menjadi sunnatullah. Jika sudah masanya maka manusia akan mengalami dorongan di dalam dirinya untuk menggunakan alat reproduksi itu untuk berkembangbiak. Sedangkan dari luar dirinya, dia mendapatkan stimulus yang berkaitan dengan proses reproduksi ini karena manusia bukan hemaprodit. Karena ia dikaruniai kelebihan dari pada makhluk hidup yang lain, maka manusia bisa merasakan sensasi proses berkembangbiak ini. Nah, sensasi inilah yang dinamakan “jatuh cinta” karena manusia mankhluk yang lebih kompleks, maka “pengalaman jatuh cinta” melibatkan lebih banyak sisi dalam dirinya. Rasa rindu dan terobsesi akan pasangannya adalah efek “pengalaman jatuh cinta”. entah siapa yang menciptakan kata yang bagus itu: “jatuh cinta”. kata jatuh cinta terdengar begitu indahnya di telinga manusia, seolah-olah menawarkan pengalaman indah yang manusiawi. Padahal sebenarnya itu hanyalah bungkus cantik dari istilah “naluri untuk berkembangbiak dengan menggunakan alat reproduksi” tidak beda dengan tumbuhan dan hewan. Sungguh, bahasa bisa menipu. Sedangkan “cinta” yang sesungguhnya adalah rasa sayang, mempunyai tujuan yang baik dan menghendaki hal baik bagi dirinya dan pasangannya. Cinta yang sesungguhnya akan terbukti lewat ujian-ujian yang selayaknya dijalani manusia.
Komentar
Posting Komentar