Untukmu Wahai Kaum Adam dan Hawa
Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah maha mengetahui, Mahateliti. (Q.S. Al Hujurat 11 )
Feminisme????
Kata yang tak asing lagi didengar kalangan masyarakat. Sebagian orang mengatakan, laki-laki adalah pemimpin perempuan. Pernyataan inilah yang paling banyak dianut di masyarakat. Ketika anggapan tersebut ada, maka para lelaki menganggap diri mereka satu tingkat diatas perempuan. Sebenarnya pernyataan tersebut (tentang laki-laki sebagai pemimpin) memang benar, akan tetapi perasaan diatas perempuan inilah yang salah. Pernyataan ini akan memudar secara aturan akan tetapi tetap ada secara kebiasaan. Banyak dari mereka termakan oleh pemikiran ideologi-ideologi barat yang berkembang. Liberal, radikal Marxis, Sosialis, Pos modern, entahlah. Mereka menyuarakan emansipasi dan kesetaraan gender. Tapi mereka lupa akan kaidah-kaidah agama yang sudah tertanam dalam jiwa. Islam sangat menjunjung tinggi sekali derajat seorang perempuan. Ditinjau dari ayat diatas bahwa kedudukan seorang manusia baik perempuan maupun laki-laki sama dihadapan Tuhan. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dalam berdakwah amar ma'ruf nahi mungkar laki-laki dan perempuan adalah partner sejati hidup, karena sejatinya Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Keberadaan perempuan dimanapun sangatlah penting. Karena dengan keberadaannya laki-laki lebih bersemangat untuk menjalani kehidupan. Seperti yang telah terdapat dalam cerita israilyat bahwa Adam as hidup sendirian dalam surga dan merasa tidak nyaman. Jika dipahami didalam surga tidak ada suatu apapun yang kekurangan akan tetapi Nabi Adam masih merasa merasa kekurangan bahkan merasa ada yang hilang. Sehingga datanglah Hawa yang menjadi penghibur. Walaupun pada akhirnya Nabi Adam diturunkan ke bumi karena katidaksanggupannya mengatur seorang perempuan yakni Hawa. Jika cerita itu didalami dan dimaknai maka perempuan sejak dahulu sudah menjadi titik tolak seorang lelaki atau pendamping seorang laki-laki. Seorang perempuan menjadi kunci atau kontrol keberhasilan seorang laki-laki, baik di zaman dahulu sekarang atau masa depan.
Logika dan perasaan berperan di dalamnya. Perempuan yang identik dengan perasaan, penuh kasih sayang, terkadang dianggap tidak bisa dalam mengambil keputusan. Tapi tenanglah wahai kaum adam... sebesar apapun perasaan perempuan pada akhirnya tetap logika yang akan berperan. Karena bagi seorang perempuan, apa yang dibutuhkan? Ditemani, apa yang ditakuti perempuan? Ditinggalkan, apa yang membuatnya terluka? Ditemani lalu ditinggalkan ( maafkeun #gaknyambung dan #baper π)
Saling perbaiki diri menuju ridho-Nya. Wanita yang percaya diri dia tidak membutuhkan pamer tubuhnya yang bagus seperti pakaiannya yang mahal, perhiasannya dll. Cukup tampil sederhana, bersahaja, karena dia tahu persis amunisi yang lebih haqiqi adalag kecerdasan, keberanian, dan mandiri.
#lastapril #pascadiksuswati π
Feminisme????
Kata yang tak asing lagi didengar kalangan masyarakat. Sebagian orang mengatakan, laki-laki adalah pemimpin perempuan. Pernyataan inilah yang paling banyak dianut di masyarakat. Ketika anggapan tersebut ada, maka para lelaki menganggap diri mereka satu tingkat diatas perempuan. Sebenarnya pernyataan tersebut (tentang laki-laki sebagai pemimpin) memang benar, akan tetapi perasaan diatas perempuan inilah yang salah. Pernyataan ini akan memudar secara aturan akan tetapi tetap ada secara kebiasaan. Banyak dari mereka termakan oleh pemikiran ideologi-ideologi barat yang berkembang. Liberal, radikal Marxis, Sosialis, Pos modern, entahlah. Mereka menyuarakan emansipasi dan kesetaraan gender. Tapi mereka lupa akan kaidah-kaidah agama yang sudah tertanam dalam jiwa. Islam sangat menjunjung tinggi sekali derajat seorang perempuan. Ditinjau dari ayat diatas bahwa kedudukan seorang manusia baik perempuan maupun laki-laki sama dihadapan Tuhan. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dalam berdakwah amar ma'ruf nahi mungkar laki-laki dan perempuan adalah partner sejati hidup, karena sejatinya Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Keberadaan perempuan dimanapun sangatlah penting. Karena dengan keberadaannya laki-laki lebih bersemangat untuk menjalani kehidupan. Seperti yang telah terdapat dalam cerita israilyat bahwa Adam as hidup sendirian dalam surga dan merasa tidak nyaman. Jika dipahami didalam surga tidak ada suatu apapun yang kekurangan akan tetapi Nabi Adam masih merasa merasa kekurangan bahkan merasa ada yang hilang. Sehingga datanglah Hawa yang menjadi penghibur. Walaupun pada akhirnya Nabi Adam diturunkan ke bumi karena katidaksanggupannya mengatur seorang perempuan yakni Hawa. Jika cerita itu didalami dan dimaknai maka perempuan sejak dahulu sudah menjadi titik tolak seorang lelaki atau pendamping seorang laki-laki. Seorang perempuan menjadi kunci atau kontrol keberhasilan seorang laki-laki, baik di zaman dahulu sekarang atau masa depan.
Logika dan perasaan berperan di dalamnya. Perempuan yang identik dengan perasaan, penuh kasih sayang, terkadang dianggap tidak bisa dalam mengambil keputusan. Tapi tenanglah wahai kaum adam... sebesar apapun perasaan perempuan pada akhirnya tetap logika yang akan berperan. Karena bagi seorang perempuan, apa yang dibutuhkan? Ditemani, apa yang ditakuti perempuan? Ditinggalkan, apa yang membuatnya terluka? Ditemani lalu ditinggalkan ( maafkeun #gaknyambung dan #baper π)
Saling perbaiki diri menuju ridho-Nya. Wanita yang percaya diri dia tidak membutuhkan pamer tubuhnya yang bagus seperti pakaiannya yang mahal, perhiasannya dll. Cukup tampil sederhana, bersahaja, karena dia tahu persis amunisi yang lebih haqiqi adalag kecerdasan, keberanian, dan mandiri.
#lastapril #pascadiksuswati π
Komentar
Posting Komentar