Sesulit itu yaa jatuh cinta di umur 25 tahun ke atas???

Mencintai dan dicintai itu anugerah. Karena tidak semua orang dapat merasakannya. Jatuh cinta? Kalian pernah merasakannya kan? Aku rasa pernah semua sih. Tapi kali ini aku ingin membahas tentang jatuh cinta di umur 25 tahun ke atas. Jatuh cinta di umur segitu  itu… aneh? Berat? Rusuh? Gaduh? Riuh? Was-was? Membingungkan…?

Seenggaknya itu yang aku rasakan. Tentang bagaimana aku jadi lebih banyak berpikir daripada merasakan. Tentang perhitungan, perkiraan, dan ketakutan-ketakutan yang harusnya gak perlu disiapkan. Apakah kalian juga merasakan hal ini? Terkadang kita merindukan bentuk cinta yang lugu, polos, bodoh, dan sangat naif itu? Ketika cinta yang kita tahu hanya bagian senang dan sedihnya. Ketika tidak ada yang kita tau selain benar-benar merasakannya. Jatuh cinta diumur dua puluh lima ke atas itu tentang bagaimana memaklumi bahwa ternyata cinta yang ini bukan cuma tentang aku saja. Tapi juga tentang keluarga, teman, pekerjaan, masa depan, juga kemungkinan-kemungkinan yang mungkin akan datang atau cuma hanya sekedar bayang. Bagian yang paling menyebalkan adalah everything gets blur, aku gak bisa tahu mana yang sungguhan dan mana yang hanya ada di dalam kepala ku. Iyaa jatuh cinta di umur 25 keatas itu ketika aku gatau apakah itu sungguh-sungguh cinta atau kesenangan yang sementara dan berbahaya?

Bagaimana kalau aku tidak lagi mampu menghadapi resiko-resikonya? Bagaimana kalau aku beranggapan cinta yang ini tidak boleh gagal dan harus sesuai seperti apa yang aku bayangkan? Lagi-lagi obsesi dan ekspektasi yang datang. Karna aku yang sudah 25 lebih ini lagi-lagi aku merasa aku tidak boleh terlambat gara-gara sebuah luka. Tau gak rasanya? Bingung antara harus merasa senang atau sedih. Ketika orang-orang seusiamu yang ada disekelilingmu sudah menemukan cintanya diusia yang sama denganmu. Tau gak rasanya merasa tertinggal? aku gak suka perasaan itu, karena aku tahu itu gak benar. Karna gak ada yang ditinggal dan meninggalkan. Aku gak suka perasaan itu, karna aku seolah membuat cinta memiliki peraturan dan laju kecepatan yang tentu, padahal gak sama sekali.

Jatuh cinta diusia ini membawa di titik dimana aku merasa terlalu dini untuk memikirkan urusan orang-orang dewasa, tapi juga merasa terlalu tua untuk merasakan hal-hal seperti cinta dan juga ceita-ceritanya.

I don’t know, it’s like:

I want a fairy tale, but what if it’s not the fary tale that I thought it would be?

Aku menginginkan dongeng yang itu tapi bagaimana bila cinta yang ku temui pada seseorang yang lain ternyata gak menginginkan dongeng yang sama?

Jatuh cinta diusia ini membuatku bertanya-tanya apa mungkin aku sebenernya belum siap untuk jatuh cinta? Apa mungkin aku masih ingin melihat bagian dari dunia selain cinta? Apa mungkin karena aku belum siap bertemu orang yang ternyata tidak memiliki permainan yang sama denganku? Apa karena aku masih ingin main-main?

Nggak aku nggak pengen main-main apa lagi kalau udah ketemu sama yang tepat. Tapi-tapi apakah kalian sudah menemukannya? Orang yang tepat itu? Seperti apa rupanya? Apakah seperti yang kamu bayangkan? Apakah seperti kriteriamu? Seperti apa dia? Apakah dia pendiam atau berisik? Apakah dia dingin atau sangat ramah? Apakah dia menyebalkan tapi katanya yang tepat seringkali adalah yang tidak terduga. Tiba-tiba datang, tiba-tiba ada, atau bisa juga sebenernya selalu ada di dekat itu, tapi tidak terlalu kelihatan keberadaannya. Ah lupakan. Mungkin Aku hanya sedang sok tahu. Tapi kalian pasti bertanya-tanya kan dimana ya dia? Seperti apa ya dia? Apakah benar… dia?

Apakah kamu sudah bertemu seseorang yang kamu rasa tepat? Karena katanya kita tahu. Ya katanya kita bisa tahu , kita bisa merasakannya, pokoknya… tahu saja. Tau kalau dia orangnya, tahu kalau dia orang yang tepat. Yaa meski bisa saja berbeda jalannya. Well, jatuh cinta diusia ini tentang memaafkan bahwa yang tepat saja bisa saja cuma menurut kita, menurut dia belum tentu. Maka berarti jatuh cinta di usia ini adalah tentang gapapa untuk patah hati lagi? Gapapa untuk hanya menemukan jatuhnya daripada cintanya, gapapa untuk gagal lagi, untuk merasa, oh no here we’re again. Yaa… mungkin kita membutuhkan cinta yang gak sempurna untuk akhirnya membuat kita menemukan apa yang kita mau di dalam kita.

Ya jatuh cinta di umur ini bukan hanya pada seorang lainnya, tetapi pada diri kita juga.

Slow down

The right one takes time.

Komentar